Jam 1/2 4 sore…
masih asik chatting gawe di kantor tiba-tiba Bapakku nelp n bilang klo ku kudu ke Solo malam ini… *&%^%$##@$%^&* ampuuuunn ke Solo lagii.. ???? (sebelumnya aku juga ke Solo untuk melegalisir dokumen kakakku) ternyata dokumen tersebut masih kurang…
Jika sebelumnya aku tidak memposting catatan perjalananku yang lalu namun untuk kali ini aku berniat mempostingnya itung-itung blajar nulis.. hehehhehehe…
Berbeda dengan perjalanan sebelumnya yang ditemani seorang rekan, sekarang ku pergi sendirian alias alone bacpacking.. dan langsung PP karena perjalanan ini dilakukan di hari kerja, dan aku hanya meminta izin sehari (Kamis 3 April 08) dan Jum’atnya kudu masuk kantor lagi.. hiks..hiks…
-dEparTuRe-
Berangkat dari Senin dengan menggunakan Kereta Api Bisnis Senja Utama Solo (sebenarmya ada beberapa alternatif menuju Solo dengan menggunakan kereta namun atas pertimbangan jadwal dan budget ku pilih Senja Utama Soli ini, untuk info kereta selengkapnya klik disini ) dengan tiket seharga Rp. 100.000,- yang berangkat pukul 20.37 (telat 7 menit dari jadwal yach dimaklumi bersama lach… Indonesia!).
Untuk keberangkatan kali ini ku ga melakukan persiapan apapun, secara baru dikabarin tadi sore, sampai rumah jam 18.15 tanpa ba-bi bu langsung bikin Travel Plan n presentasi ke Nyokap, akhirnya nyokap setuju dengan budget yang ku buat ditambah uang dalam dompet dan ATM Muammalat Bank Syariahku yang bisa diambil di ATM manapun (berlogo ATM Bersama) aku siap tuk melakukan misi ini (cieeee dah kayak agen rahasia gini…
)
Tanpa makan malam ku berangkat dari rumah sekitar jam 19.35 menuju Senin, tiba di Senen langsung menuju moket penjualan dan membeli satu kursi ke Solo sesuai request (This is my requested : “Pak.. satu tiket yach Pak.. samping jendela, kalo bisa yang sampingnya kosong Pak.. biar bisa tidur trus letaknya ditengah yach Pak.. jangan terlalu depan atau belakang, tapi jangan pas banget ditengah ntar susah kalo ke toilet..” ) dan si Bapak yang kuberondong permitaan itu cuma tersenyum dan memberikan tiket dengan nomor 8A, “siip pas banget..” dalam hatiku.., (TIPS PERTAMA : Kalo bisa mendapat tempat yang kita inginkan kenapa enggak dari awal dah request… biar perjalanan lebih nyaman, klo request kita memungkinkan untuk dipenuhi.. Insya Allah di kasi kok..)
Ditemani bapak ku menunggu di Peron tak lama kereta senja utama solo pun datang, langsung ku bergegas… “lha mau kemana?” tanya Bapak “mau ke toilet dulu Pak.. dikereta males.. kotor..” sahutku yang langsung ngeloyor menuju toilet (TIPS KEDUA: Ketoilet lah sebelum naik Kereta.. coz toilet di Stasiun biasanya jauuuuuhhh lebih nyaman daripada toilet gerbong kereta!)
Haa… lega, langsung duduk ditempat ku sesuai nomor yang tercetak ditiket.., saat pluit dibunyikan Bapak keluar dari kereta dan terjadilah perpisahan yang beruraian air mata (halach..!) engga deng… biasa aja lah.. salim.. n petuah.. “ati-ati yach.. ntar sms klo udah sampe..” dari bapak.
-On tRaiN-
Sebelum pulang dari kantor ku sudah meng-update lagu2 baru yang akan menemani ku sepanjang jalan.., beruntung memory HP dah di upgrade hingga 1 Giga jadi lumayanlah gak bosen denger lagu2nya.., namun tiba-tiba.., ditengah lagu The One-nya Maliq n d’esential seorang kakek yang duduk didepan kursiku, membalikkan kursinya (FYI: untuk kelas bisnis sandaran kursinya bisa dibolak-balik), dan mengajakku berbincang… “haaaaaa… aku mau sendirian kok kakek ini malah menghadap kesini n ngajak ngobrol sich..??” gerutuku dalam hati.., keretapun berhenti di Jatinegara masuk lah beberapa penumpang lain.. dan tiba-tiba seorang wanita muda dan Ibu-Ibu langsung duduk disamping aku dan si Kakek, kamipun langsung tenggelam dalam perbincangan… si kakek yang mengaku baru menjenguk cucunya di Jakarta pamit pada kami yang asik ngobrol untuk melaksanakan sholat Isya.., kereta tiba di stasiun Bekasi wanita muda dan Ibu disamping kamipun langsung turun, sang Kakek yang telah menyelesaikan shalatnya mengajakku berbincang kembali, pikiranku kembali menggerutu entah seperti dapat membaca pikiranku si Kakek langsung to the point dan menanyakan apakah aku keberatan jika dia berhadapan dengan ku? haaaaaaaa… bingung harus jawab apa?, disatu sisi aku ingin tidur dan beristirahat tanpa harus jaim karena ada orang didepanku.., tapi disisi lain aku juga gak enak klo bilang terus terang.. dalam kebimbangan sekali lagi sang kakek seperti bisa membaca pikiranku dia langsung berdiri dan membalikkan sandaran kursi untuk mengahdap ke depan lagi… “deeeuuuuhh ku gak enak bgt…!!!”,
sempat kepikiran beberapa saat bahkan sampai terngiang suara Pak Ono Bos Ku di Kantor yang selalu mengingatkan bahwa salah satu doa yang muktajab alias akan dikabulkan adalah doa orang yang berusia senja.. yach kira kira di atas 50 atau 60 tahun.., oleh karena itu akan sangat bagus jika kita sering bergaul dengan mereka disamping kita akan lebih bijaksana karena banyak mendengar pengalaman mereka, kita juga bisa meminta doa darinya. Haaaaa.., satu kesempatan emas terlewat begitu saja.., gak enak banget rasanya..
Tapi ya sudah lah.., ku ambil buku ‘Tottochan’ karangan Tetsuko Kuroyanagi dari dalam tas untuk melepaskan rasa bersalah tersebut. sebenarmya buku ini sudah lama berada di rak bukuku namun belum sempat selesai karena kalah dengan skala prioritas buku lain. Dan karena ku membacanya sudah beberapa waktu yang lalu jadi lupa dech.., maka kuputuskan tuk memulai kembali perjalanan gadis cilik ini dari awal. Membaca buku ini lembar demi lembar aku langsung teringat Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, karena ide ceritanya hampir sama.
Masuk stasiun Cirebon kereta langsung diserbu pedagang asongan yang menjual berbagai macam barang, mulai dari makanan, sampe hasil kerajinan dan parahnya mereka menjual dagangannya tersebut dengan sedikit memaksa dan tak segan untuk membangunkan penumpang demi menawarkan jualannya.., suasana gerbong kereta yang semula tenang langsung berubah riuh.., seorang Ibu yang duduk di seberang ku sampai di kerumuni 5 orang pedagang dan ketika transaksi batal dilakukan para pedagang tersebut mengumpat dengan perkataan yang kasar… hhhhhh… ku hanya bisa nyebut sambil memperhatikan kejadian tersebut, untung si Ibu tidak kenapa2.. dan setelah penantian panjang (hampir setengah jam rasanya keretaku mampir di stasiun Cirebon) akhirnya kereta berjalan kembali. TIPS KETIGA: Hati - hati di Stasiun Cirebon!!! (secara adikku juga pernah dijambret tasnya selepas stasiun ini dan si penjambret langsung lompat keluar kereta, itulah kenapa aku gak suka kursi paling depan atau belakang karena biasanya menjadi incaran pejambret, sehingga di bisa dengan mudah lompat keluar kereta)
Kuputuskan untuk menutup buku dan segera tidur…
-sOLo baLapaN-
Telat 45 menit tiba di Stasiun Solo Balapan, keluar dan langsung memotret stasiun ini (ntah kenapa aku suka memotret stasiun, bandara, pelabuhan bahkan terminal). setelah itu , ku mampir di sebuah warung kecil disebrang stasiun untuk sarapan. hhmm menu pertama di Solo : Soto Kwali Sapi -> soto ini merupakan nasi yang disiram dengan kuah soto ditambah potongan daging sapi, daun bawang seledri dan toge.. lumayan untuk mengganjal perut yang memang sudah bernyanyi. ditambah es teh manis dan 2 potong risoles = Rp. 6500,- Soto kwali sapinya sendiri harganya hanya Rp. 3500,- .
selesai makan langsung kulanjutkan perjalanan tuk menunaikan misi ku.. dengan menaiki becak bertarif Rp. 10.000 kususuri jalan di Kota Solo yang masih lenggang ini. Kota ini tak asing bagiku, karena ku pernah hampir 3 tahun disini, aktivitas yang ada sama sekali tak berubah.., saat melewati jalan Singosaren kita akan langsung melihat ibu-ibu pedagang kembang kemenyan disepanjang jalan. hhmm… sama persis seperti dulu.
Tepat pukul 8.30 misi ku selesai, namun ku masih punya waktu sampai jam 18.00 tuk kereta balik ke Jakarta. sebenarnya jam 8.30 ada kereta ke bandung , namun mepet banget untuk kukejar, lagi pula aku masih ingin jalan-jalan sebentar di Kota ini.
-SoLo dOwN toWn-
ntah seperti gak ada tujuan, kuputuskan tuk menumpak mbecak menuju ke pasar Klewer, aku kangen dengan Bakso di depan pasar ini.. pasar masih sepi, kulangkahkan kaki menuju Masjid Agung yang terletak di depan nya. sempat berfoto-foto sebentar dan bersistirahat di dalamnya menikmati keindahan dan kenyamanan masjid ini.., sayang ku lagi “period” jika tidak lumayan untuk melaksanakan shalat dhuha di sini. Tenang…
Puas mengitari Masjid, kulanjutkan untuk berjalan-jalan di Keraton Kesunanan PB (Paku Bumi), sengaja melewati alun-alun dan berbaur dengan penajaja makanan dan baju di sekitarnya.., melihat dari jauh dan kemudian masuk ke area Keraton, dan berfoto-foto, ketika hendak membeli tiket masuk, HP ku berdering….,ternyata teman lamaku tinggal di Kota ini.., aku tak sabar ingin bertemu dengannya Kangen banget!, so… kuurungkan niat memasuki Keraton (lagipula aku juga sudah pernah masuk) dan meluncur ke rumahnya tapi sebelumnya makan bakso Pasar Klewer dulu.. hehehehehe…
To be continue…………….